Sabtu, 21 Februari 2015

.

Misteri Dibalik Indahnya Gunung Cikuray

REP | 20 December 2014 | 10:06 Dibaca: 251   Komentar: 0   1
Sedikit cerita pengalaman saya (penulis) saat mendaki Gunung Cikuray yang berada di Garut, Jawa Barat.
Hobi mendaki menjadi tren anak muda akhir-akhir ini karena virus yang disebar oleh Film 5 cm yang diperankan oleh Herjunot Ali dan Pevita Pearce ini dengan gagah mendaki gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Gunung Semeru dengan puncaknya yang terkenal bernama Mahameru. Membuat saya dan beberapa teman saya mencoba mendaki beberapa gunung di daerah Jawa Barat salah satunya adalah Gunung Cikuray.
Seperti biasa, jauh sebelum saya menaiki gunung saya akan browsing mengenai gunung tersebut sebagai bahan persiapan kami mempersiapkan peralatan apa saja yang harus dibawa. Sampai pada sebuah tautan ketika saya mencari informasi tentang Gunung Cikuray mengenai cerita seorang wanita yang hilang ketika sedang mengikuti pendakian di Gunung Cikuray tersebut dan sampai saat ini belum ditemukan jasadnya. Reny seorang gadis remaja yang melakukan pendakian dengan 12 temannya hilang saat tertinggal dengan rombongannya. Cerita tersebut membuat saya sedikit khawatir dengan pendakian yang akan saya lakukan nanti, tetapi dengan do’a dan semangat saya tetap bertekad untuk mendaki gunung tersebut.
Tepat pada tanggal 10 Mei 2013, 7 hari setelah hari ulang tahun saya yang ke-25. Saya bersama teman-teman yang sudah lama merencanakan untuk pergi bersama menuju Gunung Cikuray akhirnya berangkat bersama dari Bogor. Bersama dengan 13 teman lainnya kami berangkat menuju garut, dan gara-gara supir “edan” kami harus memulai pendakian mulai dari kawasan kebun teh dan itu masih sangat jauh untuk menuju stasiun pemancar yang seharusnya menjadi titik Start kami untuk mendaki Gunung Cikuray.
14190446082129384934
Tim pendakian Gunung Cikuray
Saat kami semua memulai pendakian, saya mendapati seorang bapak-bapak berusia sekitar 35-40 tahun yang kondisi fisiknya langsung drop dan harus turun kembali menuju stasiun pemancar untuk beristirahat. Saya bersama teman-teman yang lain pun langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak. Saat pendakian tim kami terpisah menjadi 3 kelompok, tim 1 adalah tim dengan kecepatan tinggi, tim 2 adalah tim dengan kecepatan sedang, dan tim 3 adalah tim yang didominasi dengan wanita.
Jarak antara tim 2 dan 3 sebetulnya tidak terlalu jauh karena terkadang tim 2 masih bisa melihat tim 3 dibelakangnya ataupun sebaliknya tim 3 yang bisa melihat tim 2 yang hanya terhalang pepohonan. Dan selain kelompok kami ada juga beberapa pendaki lain yang melakukan pendakian bersamaan dengan kelompok kami. Dan kondisi fisik saya pun mulai kedodoran meladeni kecepatan daki tim 2 dan saya pun mengurangi kecepatan saya perlahan dan bisa bergabung dengan tim 3.
Siapa sangka ditengah saya memisahkan diri dengan tim 2 untuk bergabung dengan tim 3, saya berada ditengah hutan sendiri dan kabut tebal pun mulai menyelimuti tempat saya berada. Teringat dengan cerita Reny (Wanita yang hilang) saya pun menghentikan langkah saya dan sejenak berdo’a, berdzikir dan bersholawat agar diberikan keselamatan dalam pendakian ini. Kenapa langkah ini saya ambil, karena jika kita memaksakan melangkah ketika kabut sedang tebal dan menutupi pandangan kita (walaupun kita menggunakan penerangan headlamp/senter) tetap saja daya pandang kita mungkin tetap akan samar, dan menghindari kita terjerumus dalam jurang yang tidak terlihat. Dan yang paling saya hindari adalah kontak dengan alam lain, karena percaya tidak percaya bahwa alam kita dengan alam lain itu berdampingan dan mungkin saja jika saya tetap melanjutkan perjalanan saya mungkin saya akan hilang terbawa kabut (menuju alam lain). Wallahu’alam.
Setelah saya berdo’a, berdzikir dan bersholawat berangsur-angsur kabut pun mulai hilang dan ternyata bukan tim 3 yang ada dibelakang saya tetapi 2 orang pendaki dari Jakarta yang saya jumpai dan jarak saya dengan tim 3 pun cukup jauh. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan tim 3 dan saya melanjutkan pendakian sampai 100 meter dibawah puncak gunung dan kami mendirikan tenda disana.
Dibalik misteri Gunung Cikuray diatas, ternyata pesona pemandangan puncak gunung cukup menakjubkan. Siapa disangka saya bisa melihat sunrise yang indah disana.
14190441901542029628
Sunrise di puncak Gunung Cikuray
Dan ini adalah momen terindah dalam pengalaman pendakian saya bisa merasakan puncak gunung yang indah seperti ini, walau mungkin masih banyak gunung yang memiliki keindahan yang lebih dibandingkan Gunung Cikuray, tetapi Gunung Cikuray memberikan pengalaman kepada saya akan pentingnya kita selalu mengingat kebesaran Allah SWT dalam setiap perjalanan kita pada saat pendakian.
Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.141904478214526821

INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

Sabtu, 31 Januari 2015

arti sahabat

sahabat itu bagaikan keluarga
susah senang kita lewati bersama
saat suka dan duka kita rasakan bersama
sahabat itu harus mempunyai kesolideritasan yang kuat

memang awalnya kita tidak saling mengenal
tetapi peradaptasian satu sama lain bisa membuat kita bersatu
sahabat itu harus saling membantu satu sama lain
tidak boleh saling egois dan mementingkan diri sendiri

yang namanya sahabat itu harus dilewati bersama
ditengah jalan nanti mungkin kita akan mendapatkan sebuah rintangan
yang mungkin bisa memisahkan kita
tetapi semua itu harus kita lewati dan tidak boleh menyerah

bagi kita sahabat itu segala galanya
tanpa mereka kita tidak akan bisa menghadapi rintangan sepenuhnya
walau kita hanya sekedar sahabat
tapi sahabat itu adalah bagian dari kehidupan kita